Apa itu konformitas? Apakah kita harus maksain diri untuk bisa diterima masyarakat? Review Convenience Store Woman – Sayaka Murata

Standar
Apa itu konformitas? Apakah kita harus maksain diri untuk bisa diterima masyarakat? Review Convenience Store Woman – Sayaka Murata

Kalau kamu perlu bacaan novel yang ringan, menyenangkan sekaligus mengusik ketenangan jiwamu, novel ini saya sangat rekomendasikan. Novel 163 halaman ini bisa banget dibaca dalam waktu beberapa jam saja.

Sayaka Murata mengusik saya dengan pertanyaan apa itu normality atau menajdi normal, atau konformitas? Buat saya yang “tidak normal” karena selalu mempertanyakan kenapa harus begini dan begitu, buku ini seperti menelanjangi saya dengan cara yang lucu. Masyarakat selalu menuntut setiap individu di dalamnya to be fit in, mengikuti aturan yang ada. Jika tidak, maka dianggap bukan anggota komunitas, antara dianggap tidak ada alias didiamkan seperti benda mati, atau diusir sekalian. Setiap kita “terpaksa” mencari kelompok-kelompok yang seradar atau memaksakan diri agar bisa diterima sekitar, ya karena kita memang makhluk sosial. Manusia seperti bukan kucing yang soliter, dia sejenis hewan komunal.

Keiko Furukura tidak pernah mengerti kenapa dia dianggap tak normal dan perlu disembuhkan oleh keluarganya agar bisa bertahan hidup di tengah masyarakat. Ketika di sekolah dasar seekor burung mati, ibunya bilang, “apa yang harus kita lakukan?” dia menjawab, “kita goreng, ayah kan suka.” Lalu semua orang memandangnya aneh. Dia bertanya, apa yang salah dengan jawabannya itu? Ketika dua kawan sekelasnya bertengkar, sementara yang lain berteriak agar mereka berhenti bertengkar, Keiko mengambil sapu dan memukul keduanya lalu pertengkaran berhenti. Orang tuanya dipanggil lagi ke sekolah dan Keiko tak habis piker dimana salahnya dia.

Dia tak ingin orang tuanya disalahkan karena tindakannya. Orang tuanya sangat baik padanya, ayah dan ibu dan adiknya sangat menyayangi dia, tak ada yang salah dengan mereka seperti yang selalu dituduhkan guru setiap kali dia melakukan hal yang dianggap salah.

Di usianya yang 36 tahun, Keiko masih hidup sendiri dan selama 18 tahun atau sejak dia kuliah, dia bekerja sebagai pekerja paruh waktu di sebuah toko serba-ada. Keiko menikmati hidupnya sesuai manual yang tertulis di buku, dia menyimak dan mengikuti apa yang dilakukan oleh kolega di tokonya. Kadang dia menyerap gaya bicara kawannya, dan cara berpakaian supervisornya. “Begitu barangkali seharusnya yang dipakai perempuan usia 36thn,” begitu pikirnya.

Hidupnya baik-baik saja, sampai ketika bertemu kawan-kawannya di luar toko. Mereka mulai mempertanyakan kenapa Keiko belum pernah punya pacar, kapan menikah, kenapa tidak bekerja yang “normal” seperti kebanyakan perempuan. Keiko menghapal jawaban yang disiapkan adiknya jika pertanyaan-pertanyaan seperti muncul, sampai ketika jawaban itu tak mempan.

Shirata lelaki yang sama “tak normal” nya dalam format berbeda dengan Keiko. Dia tak juga merasa diterima oleh masyarakat dengan “keanehan” cara berpikirnya. Mereka bertemu, sepakat untuk tinggal bersama tanpa harus ada ikatan demi menjawab tuntutan masyarakat. Shirata lelaki yang tujuan hidupnya hanya ingin rebahan selamanya, semua kebutuhannya dipenuhi dari honor Keiko sebagai pekerja paruh waktu. Keiko menganggapnya sebagai hewan peliharaan yang dia perlu kasih makan agar tetap hidup.

Sampai situ saja ya, silakan baca sendiri kelanjutannya.

Buku ini menarik karena punya cara berbeda dalam penyampaian pesannya. Lagi-lagi saya senang karena tak ada label tertentu yang disematkan kepada Keiko dan Shirata membuat saya berpikir saya mungkin Keiko dan Shirata at the same time. So fucking tired of what society demand us to do to say, to stay fit in. Murata tak mencoba menggurui ina inu, dia hanya mengalirkan cerita yang membuat pembacanya tersenyum sambil berpikir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s