Hello 42! Yeay, Kita Sampai di Sini

Standar
Hello 42! Yeay, Kita Sampai di Sini

April ini jauh dari keriaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Di awal bulan, saya selalu berencana akan ngapain sepanjang bulan dan di hari ulang tahun. Tahun ini, ga ada yang istimewa direncanakan. Tadinya Hening akan publish di hari ini, tapi kita gagalkan saja demi menghemat tabungan. Tadinya, rencana staycation, just the two of us, lupakan saja. Tahun ini, rayakan saja dalam sunyi. Bersyukur, sampai hari ini masih diberi kesehatan, masih selamat dari Covid-19, masih diberikan kesempatan bangun tidur dengan Akang di sebelah. Yeay, we made it so far!

42!

Hal pertama yang muncul di kepala adalah berapa lama lagi sisa kesempatan tinggal di dunia? Apa yang mau saya lakukan di sisa waktu ini? Have I done enough of good cause or worse? Warisan ceritaku pada Zi dan Septi apa? Apa yang akan mereka obrolin ketika menyebut nama saya, Amey Nita Roshita? Saya ingin mereka bilang, pada suatu masa hidup perempuan gila yang ga bisa diam, bahkan ketika penyakit pandemic itu memaksanya untuk diam di rumah. Orang gila yang hidup dari cita-cita dan dengan isi kepala tak pernah istirahat. She is just a crazy bitch, who even talks in her sleep.

42!

And I love myself even more. These wrinkles and silver hair are my company through life. I feel beautiful more than ever with this curve and maturity inside out. Memahami bahwa diri hanya bagian kecil dari kosmik, semesta yang kalau pun detik ini dipanggil pulang, saya hanya akan berubah menjadi bagian terkecil dari energi lain yang maha dahsyat. Tubuh ini seperti kulit bawang, kupaslah seluruhnya maka yang ada adalah kenihilan. Sementara jiwa, energi yang menyatu pada kosmik. Saya adalah masa lalu, kumpulan dari kenangan yang hari ini sampai di usia, satuan yang dibuat manusia, 42tahun.

42!

Saya ingin berterima kasih untuk kamu dan kamu dan kamu, yang pernah hadir dalam hidup memberikan cinta dan kenangan. Kamu yang memberikan semangat, dukungan, pembelajaran dan peringatan ketika saya melenceng. Kamu yang menjadi bagian dari masa lalu dan hari ini. Ada banyak “kamu” yang akan saya bawa dalam kesaksian di depan malaikat pencatat kebaikan, biar penuh bukunya Raqib. Thank you for coming cross to my path and colored my life, would love to meet you and have you near me in the future.

Meanwhile, let’s cheers with me virtually.

 

picture taken from livescience.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s