Selamat Hari Kasih Sayang, Para Mantan

Standar

“Time is a collection of events,” Carlo Rivolli

Yang kita punya adalah masa sekarang dan masa lalu, sebab masa datang memang misteri. Frame masa lalu datang sekali waktu karena memori tentang kejadian tidak pernah benar-benar menghilang dari otak. Sesekali dia datang, lalu menghadirkan pertanyaan “what if” bagaimana jika aku masih bersamamu.

Dalam tiga bulan terakhir, para mantan yang jumlahnya memang tak banyak itu muncul simultaneously. Mereka yang tak ada kontak belasan tahun lamanya tetiba terhubung kembali. Satu-satu frame waktu muncul, ada aku dan kamu, di masa lalu. Bahkan dengan dia yang memutuskan kontak dalam marah. Saya termasuk orang yang tidak ingin memutuskan kontak dengan siapa pun terutama yang pernah memberikan warna dalam hidup. Saya berutang padanya karena menjadikan saya hari ini. Tanpa pengalaman itu, saya tidak ada hari ini. To become today, you passed yesterday and there will not be tomorrow if I am not pass today, kalau pakai bahasa Inggris kenapa terbaca keren yak, padahal ya gitu deh.

Kemarin hari ulang tahunnya. Saya pernah meninggalkan pesan setiap tahun di hari itu hanya untuk berucap selamat dan tak dibalas, akhirnya saya berhenti, 12 tahun lalu. Kemarin, saya kirim lagi, spontan saja tanpa berharap dia akan membalas, tapi dalam 5 menit, pesannya sampai. Surprise! I analyze my own feeling through frame of the pass time that we had, all the memories come back. But that’s all, the memories did come back, the feeling is not.

Lalu saya ingat, beberapa bulan menjelang papi stroke dan tak pernah sembuh sampai meninggal, dia berkunjung ke semua sanak saudara dan kawannya. Di hari lebaran, tak pernah seingat saya, dia minta untuk diantar silaturahmi ke semua tetangga, bahkan ke tetangga lama, satu-satu pintu dia ketuk, bersalaman dan meminta maaf jika ada kesalahan. Beberapa hari kemudian, stroke ketiga menghajarnya. Di hari duka, semua yang didatanginya waktu itu, datang.

Apakah sama? Apakah semesta mengingatkan saya untuk menyelesaikan semua rasa penasaran dengan pertanyaan “what if” itu karena saya harus pergi? Apa silaturahmi itu ucapan selamat tinggal? Yang pasti, itu ucapan selamat tinggal pada rasa yang saya kira masih ada ternyata tidak. Saya tidak lagi perlu memelihara ketakutan akan sebuah pertemuan atau percakapan, ketakutan akan rasa saya sendiri. Karena pagi ini saya terbangun dengan hati yang lapang. Saya hari ini karena mereka kemarin, dan saya bahagia dengan apa yang punya dan putuskan.

Seorang yang datang dalam hidup bukan tanpa alasan, bukan kebetulan, tapi untuk memberi sebuah pelajaran. Untuk itu, saya berterima kasih untuk kamu dan kamu, yang pernah hadir dalam satu frame kehidupan saya. Thank you!

Eleanor Roosevelt said yesterday is history, tomorrow is mystery but today is a gift. Embrace your gift, happy valentine!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s