Memahami Semesta Dalam Fisika. Review Seven Brief Lesson On Physics – Carlo Rovelli

Standar
Memahami Semesta Dalam Fisika. Review Seven Brief Lesson On Physics – Carlo Rovelli

Membaca buku ini lalu saya semakin kesel dengan guru fisika di sekolah SMP dan SMA dulu. Seandainya mereka bisa sesederhana Carlo Rovelli menjelaskan fisika tentang semesta, tentu saya akan memilih jadi ilmuwan fisika, barangkali sehebat Rovelli… seandainya.

Buku ini hanya setebal 79 halaman, terbagi dalam 7 pelajaran umum dalam fisika. Rovelli menuliskan fisika seperti dia menulis puisi, sederhana, indah dan dalam. Rovelli sendiri adalah fisikawan Quantum Mechanics dari Italia, karena itu saya harus memberikan apresiasi luar biasa buat penerjemah buku ini. Karena dia menerjemahkan dari bahasa Itali ke bahasa Inggris tetap dengan keindahan dan kesederhanaannya.

Maafkan sebelumnya kalau sampai buku ini selesai saya tidak bisa menemukan padanan kata yang tepat untuk istilah istilah fisika yang tersebut di dalamnya. Pelajaran pertama tentang teori relativitas Einstein yang juga bicara tentang gaya grativitasi bumi. Yang menarik adalah kutipan Eistein yang sering dipakai orang untuk menjelaskan bahwa batas antara masa lalu, saat ini dan masa datang hanyalah ilusi. Kata Rovelli, Einstein menulis itu bukan dalam kaitan dengan fisika, tapi ungkapan kesedihan setelah ditinggal mati sahabatnya, eeaaa…

Tapi pada pelajaran keenam dan ketujuh, Rovelli juga membahas tentang ilusi dan waktu. Apa yang membuat kita menyebut masa kini atau sekarang atau dalam bahasa Inggris “present” apakah di sini dalam artian, lokasi dimana si pembicara berada, dan bukan orang lain, atau kini dalam sekarang, peristiwa yang terjadi saat ini, sementara yang lain tidak terlibat? Jadi kata “present” sangat subyektif kata dia, apa yang menjadi present buatmu belum tentu buat saya.

Rovelli menjelaskan bagaimana semesta dipandang oleh manusia, apakah bumi itu bulat atau datar? Bumi itu BULAT! Ruang yang di dalamnya terdapat molekul dan partikel yang terus bergerak, terus berubah, entah sampai kapan. Tidak ada yang stabil di semesta ini, atom, photon, molekul, partikel bergerak dan saling berinteraksi. Semesta itu berbentuk gelembung besar yang di dalamnya bergelombang seperti ombak, yang terus digerakan oleh partikel.

Lalu waktu itu apa? misteri. Bahwa realitas adalah koleksi dari peristiwa-peristiwa dalam hidup, maka waktu dalam dijelaskan oleh panas atau heat yang bergerak dari panas menuju yang dingin. Dingin adalah molekul udara yang bergerak sangat lamban, sebaliknya panas adalah molekul udara yang bergerak dengan sangat cepat. Tetapi hukum ini bisa saja berubah dalam situasi tertentu. Waktu yang membatasi masa lalu, masa kini dan masa depan dalam bentuk “heat.”

Yang paling membuat saya tersadar adalah bagian penutup, lesson 7th. Tentang freedom of will, apakah manusia benar-benar bebas bahkan dari hukum alam? Tidak! Manusia adalah bagian dari alam, yang berproses mengikuti hukum alam yang terjadi. Bahwa keputusan yang dibuat oleh manusia adalah proses berpikir yang dilakukan oleh jutaan neuron di otak dengan memutar kembali memori masa lalu, pengalaman, lalu emosi. Manusia itu imitative, tidak ada hal baru yang sebenarnya kita lakukan, melainkan mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya, bahkan lingkungan sekitar.

Manusia adalah mahkluk yang memang ditakdirkan akan punah, seperti sepupu kita Neanderthals, juga pada seperti generasi Maya dan Kreta sebelum kita hari ini. Kita berbuat kerusakan yang mempercepat kepunahan kita sendiri. Sementara kita punah, semesta masih akan terus bergerak. Untuk saat ini, pengetahuan kita terus berkembang untuk mengetahui lebih banyak tentang keindahaan dan misteri semesta.

Damn, I am in love with Rovelli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s