Kenali, Akrabi dan Selamatkan Payudaramu. Review Breasts karya Florence Williams

Standar
Kenali, Akrabi dan Selamatkan Payudaramu. Review Breasts karya Florence Williams

Membaca buku ini seperti dibongkar semua cerita hidup saya, riwayat kesehatan, sejarah keluarga dan kemungkinan yang akan terjadi pada dua ponakan perempuan. Mereka tidak mendapatkan genetic saya secara langsung, tetapi apa yang sudah kami perbuat pada mereka sejak kecil, bagaimana saya dan ibunya makan dan lingkungan di sekitar mereka, sangat berpengaruh pada kesehatan mereka, terutama payudara dan rahimnya kelak. Untuk itu, saya secara pribadi meminta maaf ya kakak Zi dan Septi.

Perempuan itu lemah, dan ini bukan tentang peran sosial tapi secara biologis. Payudara adalah sebuah ekosistem, dia bukan benda statis yang hanya mengembang saat digunakan untuk menyusui seperti pada keluarga terdekat kita, orang utan. Payudara manusia sangat unik, dia akan mengembang sesuai sejak usia pubertas, lalu saat masa aktif seksual, dan saat menyusui. Apa yang terkandung di dalam payudara saat tidak menyusui adalah lemak dan protein, dan saat menyusui, lebih kaya lagi dengan vitamin, mineral dan juga imun yang melindungi bayi dan ibu dari berbagai jenis penyakit. Tetapi apa kabar ibu yang hidupnya tidak sehat dan tinggal di lingkungan yang tidak sehat? Berbagai penyakit, virus, dan bakteri, disampaikan ibu lewat air susunya dan hidup di tubuh anak, sampai tiga generasi berikutnya.

Ibu dan tante saya, keduanya punya teroid, adiknya nenek saya meninggal karena kanker Rahim. Tapi keturunan bukan satu-satunya factor penyebab tumor payudara yang pernah saya alami di 2008. Penyebab kanker menurut buku Breasts yang ditulis Florence ini menggambarkan berbagai factor yang kompleks penyebab tumor dan kanker payudara, dan Rahim. Kedua bagian tubuh perempuan ini saling mengait dalam dua hormone pengikatnya estrogen dan progesterone, mengendalikan yang satu akan berakibat pada yang lain. Factor-faktor penyebabnya antara lain, riwayat pubertas – menstruasi pada anak-anak sekarang terjadi lebih cepat. Anak yang lahi di bawah tahun 60-an, ada di usia 15-18 tahun, tetapi makin kesini makin cepat. Saya menstruasi di usia 12 tahun, kakak Zi, di usia 10 tahun lalu belum lagi lancar. Makin cepat menstruasi, semakin membuka peluang risiko kanker payudara di usia sebelum empat puluh. Anak-anak lebih cepat menstruasi tanpa dibarengi perkembangan otak yang baru akan dewasa setelah usia 20 tahun. Saya lalu merasa sedih pada mereka yang dikawinkan di usia muda, karena otak dan badan tak sejalan pendewasaannya.

Tapi penyebab menstruasi dini itu juga kesalahan orang tua yang memberikan diet buruk pada anak-anak mereka, berbagai jenis bahan kimia penyebab kanker yang ada di sekitar kita seperti pada semua kemasan plastic, perlengkapan perawatan tubuh, cat pada dinding, sampai pada air yang kita minum. Apakah kita yakin pipa PVC yang mengalirkan air ke rumah tidak tercemar kimia dari plastic? DDT, Triclosan dan BPA, baru tiga nama dari sekian jenis bahan kimiawi yang disebut dalam buku ini. Makan dari kambing yang dipelihara tetangga misalnya bisa jadi lebih sehat ketimbang ikan laut yang telah menyimpan berbagai jenis polutan berbahaya di tubuh mereka lalu berpindah ke perut kita.

Florence Williams bilang, kita tidak bisa menyelamatan payudara tanpa memerhatikan dan merawatnya. Kapan terakhir memandangi payudara di kaca? Apakah masih normal seperti pertama kali melihatnya? Bentuk payudara tidak pernah seimbang kiri dan kanan tapi kita harusnya paham jika ada yang tidak beres. Kapan terakhir memeriksa sendiri payudara anda? Saya menemukan benjolan dengan meraba sendiri payudara, dan ternyata itu tumor. Saya melakukan hal yang benar dengan Sedari, mengecek payudara sendiri dan menemukannya lebih awal. Dua kawan saya menderita kanker payudara pada stadium yang sudah parah sehingga harus melewati kemoterapi dan radiasi. Lantas apakah saya aman? Belum tentu. Selama saya masih makan, menggunakan deodorant dan sampo, saya harus rutin memeriksakan diri.

Florence Williams  memaparkan sejumlah hasil riset tentang payudara, yang sampai hari ini terus dilakukan karena begitu komplek isu yang dibawanya. Tetapi yang dia paparkan dalam tulisannya yang lucu, menohok pribadi ini sangat penting untuk dibaca perempuan dan laki-laki. Kita punya peran yang sama untuk menjaga payudara dan Rahim perempuan agar tetap sehat karena di situlah bergantung kehidupan manusia sekarang dan masa depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s