Piknik ke Danau Dua Rasa, Labuan Cermin

Standar

Menguping seorang kawan, jumlah wisatawan local ke Labuan Cermin tahun lalu adalah 40.000 orang. Iya masih wisatawan local yang datang karena nama Labuan Cermin belum sebeken Derawan, Maratua, Kakaban dan Sanglaki di telinga turis manca negara.

Jarak Tanjung Redep, ibukota Kabupaten Berau ke Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk saja butuh waktu tempuh sekitar 6-7 jam lewat darat. Tapi kalau kebetulan sedang berlibur di Derawan, Labuan Cermin bisa dijadikan tujuan sambilan, karena cuma 3 jam pakai kapal motor atau speedboat dari Derawan.

Kebetulan saya sedang menuju lokasi proyek pembangunan listrik tenaga matahari Akuo Energy Indonesia dengan funding dari MCA-Indonesia di Teluk Sumbang, yang melewati Labuan Cermin. Saking seringnya mendengar nama ini, tak tahan juga untuk tidak mampir, sekalian melihat bagaimana masyarakat Biduk-Biduk sebenarnya bisa hidup dari eco-wisata, tanpa harus menjual tanah mereka pada perusahaan sawit atau semen.

labuan-cermin_01

Setelah kembali dari Teluk Sumbang (yang juga sangat indah, saya akan tulis berikutnya), kami melipir sebentar ke Danau Dua Rasa, Labuan Cermin. Air di permukaan danau ini rasanya tawar, tapi di bawahnya adalah aliran air asin. Airnya berwarna hijau ke biru-biruan, jernih seperti cermin, selain bisa lihat diri sendiri di permukaan air seperti Narcissus, kita bisa melihat dasar danau.

Sadar bahwa kampong ini menjadi tujuan banyak orang, warga kampong di sekitar Labuan Cermin mematut diri. Bersih tak ada sampah, toilet tersedia di beberapa sudut kampong untuk pengunjung berganti pakaian, dan ramah. Yang berbeda dengan kampong wisata lain yang pernah saya kunjungi, di sini saya tak merasa terganggu dengan pedagang souvenir atau juga pemilik kapal yang akan mengantar ke lokasi danau.

labuan-cermin_05

Begitu masuk lokasi wisata Labuan Cermin, saya hanya perlu menuju loket. 100 ribu rupiah untuk satu kapal dengan maksimal penumpang lima orang, ditambah biaya administrasi 7 ribu rupiah perkepala. Begitu selesai bayar, kami diantar ke dermaga kecil yang di sana sudah siap kapal mengantar kami ke danau. Hanya perlu waktu kurang dari 10 menit kami tiba di lokasi.

Pemandangan 10 menit di perjalanan juga tidak membosankan. Kiri kanan masih terjaga alamnya, rimbun hutannya.

labuan-cermin_00

Begitu sampai mata ini akan langsung jatuh cinta pada diri sendiri saat bercermin di airnya yang jernih. Mandi-mandi… apalagi yang ditunggu. Kalau bisa berenang, langsung saja nyebur. Saya yang tidak bisa berenang tapi jatuh cinta pada airnya Labuan Cermin ini langsung sibuk mencari sewaan pelampung dan ban untuk bisa mengapung. Harganya masing-masing 15ribu rupiah.

Oh iya, boleh mandi sepuasnya, kapal setia menunggu sampai kamu puas dan keriput karena kelamaan berendam.

labuan-cermin_03

Kabarnya sih ada penyu di Labuan Cermin, tapi kami tak bertemu satu pun. Tak apa, kami cukup puas menikmati air jernihnya yang dingin, pepohonan yang rimbun dan elang laut yang sibuk mencari makan di atas kepala kami.

labuan-cermin_04

Menuju Danau Labuan Cermin

Berau dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat dari Balikpapan tapi karena perjalanan udara memakan waktu hampir 5 jam termasuk waktu menunggu dan transit, biasanya kami menginap satu malam di Tanjung Redeb, ibukota Berau. Di Tanjung Redeb, sebaiknya menyewa mobil untuk ke Kecamatan Biduk-Biduk. Untuk harga sewa 4WD, sekitar 2 juta rupiah perhari. Karena jarak tempuh yang 6 jam itu, sebaiknya menginap satu malam di penginapan di Kecamatan Biduk-biduk yang rata-rata hanya sekitar 85ribu rupiah sudah termasuk sarapan.

Wisata ke Berau memang mahal di ongkos perjalanan, tapi sekali perjalanan sebenarnya ada banyak yang bisa dilihat di Kecamatan Biduk-Biduk ini. Sebut saja dua lokasi air terjun dan satu goa di Kampung Teluk Sumbang, satu danau tempat penyu berkembang biak di Teluk Sulaiman. Bahkan kalau waktunya cukup, bisa lanjut ke Pulau Kaniungan milik kampong Teluk Sumbang.

Luangkan waktu sekitar empat hari untuk bisa menikmati satu kali perjalanan di Kecamatan Biduk-Biduk ini. Belum termasuk menu perjalanan ke Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sanglaki loh. Tapi kalau mau pengalaman yang tidak biasa, perjalanan ke Kecamatan Biduk-Biduk layak kamu coba.

labuan cermin_02.jpg

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s