Membedakan Informasi dan Berita

Standar

Informasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia seri IV, adalah:

  1. penerangan
  2. pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu
  3. n Ling keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu

Sedangkan berita adalah

  1. cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar: semalam dia mendengar — bahwa kampungnya dilanda banjir
  2. laporan: ia bertugas membuat — harian
  3. pemberitahuan; pengumuman: — redaksi

Dalam pengertian sederhana, berita adalah produk jurnalistik, yang dipublikasi melalui media massa (cetak – majalah, koran, radio atau televise).

Apakah informasi = berita? Tidak. Kenapa? Karena berita adalah informasi yang setelah melalui proses jurnalistik yaitu verifikasi data agar akurat dari fakta yang actual. Jadi tidak semua informasi bisa jadi berita, tapi semua berita adalah bentuk informasi.

Apakah setiap berita mengandung kebenaran? Belum tentu, tapi bisa dipertanggungjawabkan jika itu dipublikasi lewat media resmi. Media resmi artinya keberadaannya secara fisik, berbadan hukum yang sah. Sehingga jika ditemukan berita yang isinya tidak mengandung kebenaran, penuntutan terhadap media ini bisa dilakukukan secara sah melalui jalur hukum.

Berita bohong dan berita benar itu apa sih?

Pertama, mari kenalan sama kerja jurnalistik yang harus memenuhi hukum 5W 1H yaitu Who (Siapa), What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), dan Why (kenapa), serta How (bagaimana).

Ketika mendapatkan sebuah berita, biasakan untuk bertanya pada diri sendiri, apakah berita yang kamu dapat itu sudah memenuhi 5W 1H itu atau tidak. Jika sudah, lihat lagi media apakah yang memberitakan ini? Terdaftar secara hukumkah?

Dalam film Shattered Glass (2003) itu bisa memberikan contoh tentang Berita bohong atau FAKE NEWS yang dikarang jurnalisnya dan tanpa proses editing yang benar, berita itu disebarkan oleh media The New Republic.

Berita bohong atau Fake News menurut Ed Crego dan Frank Islam (http://www.huffingtonpost.com/entry/the-critical-need-for-truthful-news_us_587e1404e4b0740488c3de6c?ir=Media&utm_hp_ref=media) bukan informasi tapi disinformasi, sebuah fiksi! Hal yang bertentangan dengan fakta sebenarnya. Bisa jadi bagian dari sebuah propaganda untuk tujuan tertentu. Ini akan sangat mencederai demokrasi.

Berita yang benar atau Truthful News masih menurut Crego dan Islam, adalah berdasarkan fakta, dapat dipertanggungjawabkan keasliannya dan akurat. Kadang ada kesalahan dalam berita ini tapi tidak secara sengaja. Ini adalah kesalahan yang tidak disengaja dan diakui dan diralat. Diproduksi oleh jurnalis dan memenuhi etika standar (jurnalisme)

Hebohnya berita palsu atau berita bohong bukan dimulai sejak masa kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat tapi sejak Pemilu Presiden 2004, lalu Brexit di Inggris, lalu di Amerika dan terakhir sejak editan Buni Yani yang mengantarkan Ahok jadi terdakwa Penista Agama.

Jempol ini lebih cepat pencet share daripada otak memikirkan apakah sebuah berita itu benar atau bohong, apakah itu berita untuk kepentingan umum atau pendapat pribadi.

Belajar lagi yuk, untuk memilah apa itu berita, apa itu informasi, apa itu berita benar atau berita bohong. Tidak tahu bukan berarti bodoh, tapi beternak kebodohan cuma berakhir pada kesengsaraan cuy.

fakenews

Iklan

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s