Yang Luput Diceritakan Dari Sekolah di London Part II. #mycheveningjourney

Standar

Setelah cerita cuaca, gagap budaya, essay dan seni, bagian berikutnya adalah: soal buku murah, charity shop, sewa kamar, bank, bioskop dan kesempatan berorganisasi

Buku…. Buku… buku…

Kalau kamu pecinta buku, berada di sini, di London itu kayak surga. Di musim diskon seperti natal – tahun baru, buku di toko bisa turun sampai setengahnya, lalu kalap. Di charity shop bisa bermenit-menit menatapi rak buku dan mencari buku yang ga lebih mahal dari lima poundsterling. Lalu carilah di internet toko buku yang menjual semua bukunya 1 poundsterling…. Gilak…. Kalaaap!!

Selain soal harga, tentu saja tentang subject buku yang susah kamu dapat di Indonesia, karena mahal di import dari sini dan juga buku ke kiri-kirian pastinya susah, begitu didapat degdegan, semoga bisa dibawa ke Jakarta hahaha.. curcol!

Jangan buka Amazon…. Bisa kalap beli buku second, harganya murah meriah, dikirim ke rumah. Lalu ebook gratisan koleksi perpustakaan kampus atau di beberapa website tersedia. Wadoh! Jujur saja, uang jajan saya sebagian besar lari ke buku. Tidak untuk dibaca sekarang, tapi untuk dikoleksi dan dibawa pulang, baca nya kapan-kapan aja. Ga akan sempet juga karena kamu tahu berapa buku yang dibaca saban kali essay datang? 20 minimal… mampus! Iyaaa.. betul…. Ya ga harus dibaca dari halaman depan sampai habis, tapi diambil bagian yang kamu perlukan untuk essay aja. Tapi kalau pas ketemu buku yang menarik, yuks mari…

Perpustakaan adalah tempat terbaik untuk baca buku gratis. Perpustakaan Goldsmiths buka 24 jam kecuali pada natal. Boleh kok sambil bobo-boboan di meja *minta dijitak.

Charity Shop

Uang beasiswa biasanya habis untuk dua hal utama; sewa kamar dan makanan, sisanya tak banyak, apalagi untuk mahasiswa kere macam saya. Dari sisa yang tak banyak itu saya tidak ngoyo belanja pakaian branded. Tapi karena ini negeri empat musim, tentu saja baju ngikutin. Beneran deh, pakaian musim dingin itu bikin gerah di suhu 21 derajat kayak hari ini.

Hasilnya, saya belanja di Charity Shop, beramal sambil belanja, eh tebalik, belanja sambil beramal. Kaos oblong harganya ga lebih dari 3 poundsterling, kemarin malah sempet dapat jaket harganya 1 poundsterling di Portobello, boot 7 poundsterling. Pakaian saya sebagian besar berasal dari Charity Shop loh. Honestly, lebih bangga beli pakaian bekas dari toko amal daripada berburu barang murah dari tenaga kerja yang dieksploitasi di Primark.

Charity Shop itu koleksi dan harganya tergantung di lingkungan mana mereka berasal karena kan pakaiannya ya sumbangan warga sekitarnya. Jadi kalau mau dapat barang bekas bermerek, pergilah ke charity shop di lingkungan orang kaya, semahalmahalnya tentu masih lebih murah dari harga aslinya toh.

Sewa Kamar

Ini tricky abis. Kalau ingin fasilitas lengkap tentu harganya juga ngikutin, kalau mau seadanya itu juga ngikutin. Sewa kamar itu bisa ngabisin setengahnya uang sangu saban bulan, percayalah. Pertimbangannya gini

  1. Lokasi – kampus Goldsmiths ada di zona 2 – thank god… jadi masih jauh lebih murah dari zona 1. Tapi karena New Cross mengalami gentrification – perubahan status dari wilayah ‘kumuh’ ke urban area – harganya terus naik.
  2. Private flat or student accommodation. Saya di private flat, sharing sama pemilik rumah. menyenangkan karena itu artinya saya sekalian belajar budaya di sini. Kawan tinggal di student accommodation yang kamarnya kata dia mirip ATM saking kecilnya, yang penting punya kamar mandi sendiri. Ada lagi yang murah tapi harus sharing kamar mandi dan dapur dengan 20 mahasiswa lain. Judulnya sharing tempat tinggal, kudu banyak toleransinya lah.
  3. Jarak berpengaruh pada transportasi dan harga sewa. Buat saya tinggal di luar wilayah kampus punya keuntungan, bisa lihat pemandangan lain. Tapi saya harus beli tiket bulanan untuk bus di semua zona sebesar 56 poundsterling saban bulan. Kalau dengan kereta tergantung zona nya. Taruhannya gini, kalau kampusmu di zona satu tapi pengen sewa kamar murah di zona 2 ya tetap akan mahal di transport. Contohnya, kamar 500 poundsterling, transport 100 poundsterling = 600 poundsterling pan.

Soal makanan

Salah satu alasan kenapa saya milih London karena di sini semuanya ada, mirip Jakarta. Yang semuanya ada itu sebenarnya urusan perut hahaha. Sekalipun bisa beradaptasi dengan roti, seringkali butuh indomie dan makan nasi. Selama ada restaurant cina, saya bisa hidup.

Berhemat bisa di soal makanan sih. Saya pernah posting bagaimana bisa hidup dengan 3 poundsterling per hari, yaitu dengan beli 1 pak roti tawar, 1 bungkus dedaunan dan 1 bungkus isian daging turkey. Tapi kan kamu bisa makan begitu terus, ada saatnya kepengen masak makanan enak. Porsi semua belajaan di sini lebih besar, maksudnya ga kayak di Indonesia, mang beli cabe seribu, atau bawang seribu. Di sini semuanya sudah dipaket, jadi kadang niat berhemat jatuhnya malah boros karena bahan makanan berakhir di tong sampah. Barangkali kamu malas masak, bosen dengan makanan yang sama, atau lupa tanggal kadaluarsa karena biasanya di rumah yang begini urusan PRT atau mamah. Syukur kalau kamu sharing flat dan bahan makanan, akan jauh lebih hemat.

Makan siang di kampus Goldsmiths dipukul rata 4.90 poundsterling, air minum gratis – tab water maksudnya. Paketan makan siang sampai malam juga paling mahal 6 poundsterling di sekitar kampus. Namanya mahasiswa, udah lah ya, yang penting kenyang. Kalau soal porsi, jangan khawatir, gude!!

 

 
Bank

Kampus Goldsmiths pake Santander, ga saya rekomendasi sih, mereka motong biaya administrasi 5 poundsterling saban bulan cyiin. Tapi buat pindah Bank males karena prosesnya bisa sampai sebulan. Iyap di sini ga semua hal semudah di Indonesia. Kalau lupa password, telpon CS bank lalu dikirimin password sementara dalam 2 lembar surat yang waktu kirimnya berbeda, dikirim via kantor pos, dalam lima hari kerja. Hahaha yoi… lamaaaa…

Transaksi dilakukan secara online sebaiknya. Di ATM cuma bisa tarik maksimal 300 poundsterling perhari, lebih dari itu harus ke teller bank, lebih dari 500 poundsterling kudu menyertakan paspor. Di ATM ada menu transfer, tapi kalau mau transfer manual ya kudu ke teller bank, itu fitur boongan di ATM.

ATM bersama, tapi hatihati some ATM motong uang kamu.

 

Bioskop

Yang hobi nonton ada dua paling website yang saya suka pakai amazon prime dan bob.nationalnet. Tapi selama di sini saya juga pergi ke bioskop, sudah lima kali. Harga mahasiswa variasi 7-12 poundsterling. Lucunya bioskop di sini kosong melompong. Hampir ga mendapati bioskop penuh sekalipun filmnya tergolong bagus. Jadinya berasa di home teater gitu. Goldsmiths punya bioskop sendiri namanya Curzon, ada 2 studio dan porsi komersil dan festival berimbang. Kampus juga sering ngadain festival film gratisan, jadinya ga habis kesempatan kamu untuk menikmati film di sini

Lalu perpustakaan punya koleksi vcd, dvd sampe video lumayan lengkap… hajaar….

 Kesempatan berorganisasi

Satu tahun emang sebentar, nyaris ga sempat untuk aktif berorganisasi. Tapi kalau kamu bisa bagi waktu kenapa ga. Persatuan Pelajar Indonesia adalah salah satu pilihan. Jadi volunteer adalah salah satu cara berorganisasi. Saya volunteering di dua tempat di kebun organic – tapi sekarang sudah ga aktif dan akan gabung di sebuah kampanye. Lalu ikut kegiatan anak-anak muda partai buruh, untuk tahu gimana sih partai ini bisa menarik buat anak-anak muda Inggris, pasti karena isu yang dibawanya juga ngikutin zaman dan trend.

Untuk jadi relawan  di sini terus terang ga gampang, butuh rekomendasi dan diseleksi seperti karyawan. Dengan koneksi pertemanan dan juga dari kampus itu bisa memudahkan. Yang penting sekali lagi soal pengalaman berorganisasi yang bisa dibawa pulang nanti. Ikutin aja semua kesempatan yang ada, asal bisa bagi waktu  yak.

Apalagi ya yang perlu disampaikan? Btw, kalau kamu mikir London kota yang hidup 24 jam, ga banget. Convenience store kayak sainsburry tutup jam 11 malam, kafe jam 8 malam, pub sebagian buka sampai jam 2-3 pagi, jangan harap ada makanan di pinggir jalan tengah malam hahaha…. Kalau niat menginap di perpus karena mengerjakan tugas, bawa cukup makanan ya, biar ga kelaparan.

goldsmiths_rhb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s