Tak Ada Keriaan di Pemilihan Walikota London

Standar

Saban kali hari pemilihan umum baik Gubernur, DPR, DPRD atau Presiden, saya emang girang mendadak. Sewaktu masih meliput, tentu saja excitement nya dialihkan pada liputan, laporan dari TPS, menunggu hasil pemungutan suara di tempat. Keriaan itu terbawa sampai di sini, di London. Sejak jauh hari, saya sudah mengagendakan 5 Mei tidak akan kemana-mana, mau lihat keriaan pemilu walikota London ah.

Tapi pagi tadi berjuang melawan malas untuk bangun dan bersiap-siap buat ke TPS  aka Polling Station bersama ibu kos, Deidre. TPS buka dari jam 7 pagi sampai 10 malam. Di TPS dekat rumah, mengambil tempat di hall milik gereja, yang biasanya digunakan juga sebagai pusat kegiatan komunitas. Tidak ada libur seperti di Indonesia pastinya. Semua aktivitas berjalan seperti biasa. Sepanjang jalan menuju TPS, saya girang, asik bakal ketemu banyak orang, bakal lihat orang berbisik tentang calon walikota mereka.

Eh ternyata ga dong…. Eng ing eng…. Sepi blass!!

Kami disambut petugas TPS di depan pintu, dia menunjukkan prosesnya. Ada kartu panggilan memilih seperti di Indonesia, tapi sebenarnya ga harus dibawa, karena petugas sudah punya list nama pemilih di wilayah itu. Tapi kalau dibawa itu akan memudahkan petugas aja sih. Lalu diberi tiga kertas ; pink untuk walikota, kuning untuk constituency London assembly, dan oranye untuk London-Assembly member.

IMG_20160505_115348Lalu Deirdre menuju ke bilik suara, menyerahkan kertas suara dan pulang…. Ga ada ceplokan tinta tanda sudah memilih. Gitu aja… dan sepi…

IMG_20160505_115249Pas Deidre memberikan suara di bilik, datang lelaki dan perempuan setengah baya, dan ketiga kami keluar hall, seorang nenek datang sambil membawa keranjang belanjaan. ‘Udah nih? Gitu aja?,’ tanya saya. Deidre sambil senyum bertanya balik,’ya sudah. Emang gimana biasanya di Indonesia?’

Saya cerita, kalau di Pondok Pinang, tempat saya punya suara, ada tenda besar, dengan puluhan bangku plastic, penuh makanan, dan banyak orang reunion, ngobrol ngalor ngidul. Abis itu ga selesai tuh, akan ada rujakan sambil nonton penghitungan suara, tepok tangan, sorak sorai. Pemilu adalah hajatan bersama.

Tapi tidak di sini… sepi. Bahkan orang bisa mengirimkan suaranya lewat pos, padahal jarak rumah ke TPS seselepetan ludah. Mungkin karena ga ada libur juga, jadi mereka akan memberikan suaranya lewat pos. Hasil sementara bakal disiarkan media besok hari. Tentu menarik untuk juga tahu jumlah pemilih yang memberikan suaranya, apakabar pemilih muda? Deidre bilang sudah banyak orang yang apatis juga sama politik…. Salah siapa hayok?

Yang menarik di sini, sosialisasi oleh KPU dilakukan dengan mengirimkan booklet ke setiap rumah, selain bisa ditengok di website mereka. Percayalah, di sini brosur, majalah sampe rekening koran dikirim lewat pos, hard copy… bisnis percetakan bakal jalan terus di sini. Nah soal percetakan, setiap calon harus bayar 10.000 poudsterling kalau nama dan mini-manifesto aka kampanye nya mau dicetak dalam booklet itu.

IMG_20160505_184932Dari 12 calon walikota London, 2 di antaranya tidak membayar biaya percetakan itu, jadi tidak ada nama dan mini manisfesto mereka dalam booklet itu…. Jahat ih… salah satunya Prince, Zylinski, calon independen yang namanya aja baru saya dengar hari ini. Juga Ankit Love, dari One Love Party… iya iya.. saya juga baru denger nama partai ini.

Ada lagi calon dari partai yang paling didemenin kaum hipster neh pastinya… Lee Eli Harris (79) dari Cannabis is Safer than Alcohol. Teman saya langsung girang… yes he is definitely my Mayor!

IMG_20160505_191607Di antara para calon walikota, tentu saja saya berharap George Clooney yang satu ini menang… uhuk… Sadiq Khan dari Partai Buruh, mewakili jutaan anak supir bus yang punya mimpi besar dan aum imigran di London. Tapi kan saya tidak punya hak suara, cuma ikutan berharap aja.

IMG_20160505_191630Lalu bagaimana Walikota ini bisa terpilih? Jika ada kandidat dapat lebih dari 50% suara di putaran pertama, otomatis dialah yang terpilih memimpin kota London untuk empat tahun ke depan. Jika tidak ada yang dapat lebih dari separuh suara, maka dua nama tertinggi akan maju ke putaran kedua. Nanti suara putaran pertama dan kedua digabung untuk menentukan hasil akhir.

Apa aja sih isu yang dibawa di kampanye para kandidat Walikota London ini

  1. Transportasi untuk semua. Mengurangi harga tiket itu jadi barang jualan yang sama dari para kandidat
  2. Membenahi krisis tempat tinggal aka Housing di London. Ini jualan paling laku, karena harga sewa terus naik, jangan pulak mimpi beli property di London. Salah satu masalah yang diakibatkan oleh krisis ini adalah jumlah homeless yang bertambah. Darimana mereka sanggup sewa kamar?
  3. Mengurangi polusi dan perbaikan lingkungan. Ini menyenangkan sekali di telinga saya. Semoga benar dilaksanakan. Zac Goldsmiths dari partai Konservatif punya keuntungan di isu ini, dia sudah membangun citra sebagai environmentalist sejak lama.

Isu lainnya masih soal Islamist Extremist – iyap literary mereka menyebutnya begitu, lainnya dengan bahasa berbeda, mengatasi diskriminasi dan rasisme. Isu perempuan hanya diangkat oleh calon dari Women’s Equality Party dan George Galloway dari Respect Party.

Saya tentu girang menanti hasil akhirnya, finger crossed.  And as the world has change where people fancy to the unusual candidate, setelah Donald Trump secara mengejutkan mewakili Partai Republik di Pemilu Presiden US, barangkali akan ada kejutan lagi di Pemilu Walikota London kali ini…. Cannabis for free?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s