Rindu Di Sepotong Rendang

Standar

Malam ini saya menangis di semangkok piring nasi dengan sepotong rendang. Akhirnya kotak harta karun bernama rendang itu saya buka juga, setelah tiga bulan setengah di sini. Dieman-eman hanya jika sangat ingin dan sangat rindu kampung halaman.

Saya sedang ga enak badan memang, belagu sih suka lupa sama usia dan tubuh yang suka lupa dijaga staminanya. Sejak semalam bersin ga berhenti, tenggorokan panas, cuma mau flu. Tapi biasanya ini moment dimanja sama mami dan akang uhuk. Bisa rewel sepanjang hari minta perhatian. Tapi jauh dari rumah, dan matahari yang menghilang, bikin sedih dan pundung seharian. Kotak harta karun itu akhirnya dibuka.

Begitu gigitan pertama, saya langsung dibawa pulang. Ke masa berjam-jam menemani mami masak rendang yang cuma hadir di hari istimewa, hari raya atau di antara kami ada yang ulang tahun. Rendang mami luar biasa pedasnya, bisa ngajak berantem di mulut. Ini sebenarnya tidak sama rasa dengan rendang buat mami, tapi ini rendang Indonesia banget. Sudah dua kali mencoba rendang di restaurant Malaysia, maaf ya, tak sama. Lalu saya menangis, lebay.

Rindu mami, rindu rumah dan matahari…. Mau pulaaang… huhuhuhu…

rendang padang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s