Kapitalisme Wisata_Catatan Kecil Dari Kerjaan Jaga Stand :-)

Standar

“Can you recommend me only five stars hotel or cottages in Bali and Lombok for my client. I don’t want a low budget accommodation. Only five stars one.”

Bukan sekali dua kali saya menerima pertanyaan ini dari pengunjung di World Tourism Market yang berlangsung 2-5 November 2015 di London lalu. Buat saya yang biasa jalan-jalan dengan budget rendah, tidur dimana aja, bahkan kalau pun dibayarin kantor cuma mentok di hotel bintang tiga, pertanyaan itu susah dijawab. Syukurnya pernah jadi juri Green Hotel Indonesia 2012, kebagian menilai hotelhotel bintang empat dan lima yang pengen naik kelas dengan pencitraan sebagai hotel yang ramah lingkungan, jadilah saya yang insya Allah benar memberikan rekomendasi itu.

“Where is Bali? Is Indonesia part of Bali or Malaysia?”

Saban kali pertanyaan ini yang saya dapat, muka saya mendadak kencang. Tapi karena kebagian kudu jualan wisata, saya berusaha senyum dan segera membukakan peta Indonesia. Pelajaran geografi dimulai. “Well sir, Bali is a small part of Indonesia. We have 17.000 islands, 13.000 named and it might take you 50 years to explore each one of it. And Malaysia is our neighbor. Look at that big map Sir..”

“Do you know where the nicest beaches in Indonesia are?”

Saya akan menjawabnya dengan kembali membentangkan peta, mulai dari Sumatera dengan pantai Baratnya, ke pulau Jawa yang menghadap Samudera Hindia, sampai ke Nusa Tenggara lalu yang terbaik dan terbersih adanya di Timur Indonesia. Lalu pertanyaan mereka akan begini,

“But are there five stars hotel on these places you said?”

Ngok!

Selalu gagal paham sama orangorang yang menanyakan bagus atau tidaknya pantai dan pemandangan yang ada tapi maunya tinggal di dalam hotel bintang lima. Kalau cuma mau mendekam di hotel mah ngapain repot nyari pemandangan… tapi kan ya namanya lagi jualan, semua harus dijawab dengan senyum… sabar nita sabar…

Feel so great kalau ketemu sama yang sudah pernah ke Indonesia dan minta rekomendasi tempat yang Less Touristic, I would be happy to help and show them the hidden places from the west to the east Indonesia. Lalu mereka akan berbisik, “Thank you my dear, I hate this capitalist tourism. They make your country dirty, hate this drunken tourist who didn’t respect your culture.” Lalu orang orang ini saya akan kasih merchandise terkeren yang disediakan panitia hahaha…

Lalu teman saya bertanya, “who own these five stars hotel in Indonesia?” naively to say…. Foreigners… lalu dia bilang… shit man, your country is become sell by foreigners to foreigners… well like it or not, itulah yang terjadi.

Siapa juga bisa menyangkal kalau mereka punya strategi jualan yang lebih baik dan memberikan pelayanan bintang lima yang terbaik. Sebaliknya, perwakilan Indonesia yang dikirim pakai pajak negara kemari, malah pergi jalan-jalan keliling London, membuat janji bertemu dengan media maupun tour agency dari peserta yang hadir pun dilalaikan, cemberut kalau saya kasih kartu nama mereka, atau memperkenalkan mereka yang ingin bertemu dengan perwakilan board of tourism Indonesia. Mental birokrat kita man, bikin gemes setengah mampus… mereka ga tahu gimana harus jualan ketika harus jualan, maka tak heran, lagi-lagi yang menang adalah pemilik modal yang sebagian besar adalah pemodal asing. Lagilagi kita cuma jadi pesuruh di negeri sendiri…

Jujurnya saya merasa bersalah saban kali memberitahu mereka tentang lokasi wisata yang masih asri dan tersembunyi di Indonesia, takut dibikin kotor…

indonesia

8 responses »

  1. Ping-balik: Kapitalisme Wisata | About life on and off screen

  2. Ini di ranah makro, yang mikro dan sama menyakitkannya adalah efek parisiwata terhadap budaya daerah sekitarnya. Beberapa tempat wisata cenderung menjadi monokultur. Contoh ekstrimnya adalah Barcelona, yang sudah terkena imbas buruk pariwisata.

    Yaaah… begitulah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s