Siapa Bilang Wong Inggris Cuek? – #mycheveningjourney (1)

Standar

Hal pertama yang saya ingat dari pesan beberapa orang sebelum berangkat ke London adalah, jangan menyusahkan diri sendiri, di sana semua orang bakal cuek sama lu. Tapi sejak sampe di Heathrow, saya dapat banyak bantuan dari orang sini loh.

Dengan satu koper ukuran 29 inch, berat 26 kg ditambah dua backpack depan belakang berat nya 11 kilo, saya susah jalan cepet. Sampai di terminal 4, habis melewati satu jam antrian imigrasi, saya harus segera beralih ke terminal 3, di sana layanan jemputan gratis dari kampus menunggu. Saya tahu neh bakal telat, walhasil ngibrit bawa semua barang setengah berlari ke kereta untuk pindah terminal. Seorang lelaki menawarkan diri membantu saya mengangkat koper yang sempat nyangkut di antara batas jalan di dalam terminal. Saya bilang, I got it… dan emang masih kuat hehehe.

Lalu di kampus Goldsmiths, mahasiswa dari student union itu memastikan saya dapat taksi dan si mamang taksi harus memastikan saya tiba di alamat yang dituju. Dan beneran, mamang taksi itu turun bertanya pada orangorang dimana alamat yang saya tunjukan itu. Lalu dia juga menurunkan koper yang berat itu, “are you sure you don’t keep your husband inside?” katanya… oh yeah I keep him here, in my heart #eeaaaa….

Di rumah, sudah menanti Pak Usman dan keluarga, tempat saya tinggal selama di London ini dengan masakan Indonesia… rezeki anak sholeh J nyamnyam…

Hari ini pun, saya nyasar bersama teman di sebuah daerah namanya Lewisham, ceritanya nyari toko yang harganya lebih murah darimana pun. Iyalah namanya juga anak rantau, mahasiswa pula, harus irit se irit-iritnya. Tinggal nanya aja sama siapa pun, dan voila!nyampe juga tuh. Tapi pas pulang dari Tesco, ceritanya lain lagi. Saya cuma bermodalkan ingatan nama jalan ke rumah baru, Charlton Church Lane, lalu naik aja itu bus 380. Ternyata ga semua bus punya petunjuk jalan yang bagus, bus saya itu mati petunjuk trayeknya. Mulai panic…

Kunciannya emang tinggal nanya orang sebelah, dan saya diberitahu lima bus stop dari sini itu sudah tempatmu. Begitu sampai, masih celingukan mau kemana lagi, ya sudahlahlah, kalau nyasar ya ga papa. Dengan dua kantong belanjaan, dan backpack, saya pasrah ikutin jalan. Et dah, ternyata itu cuma seselepetan ludah dari halte letak rumah saya itu J … emang beruntung saya ini.

Baru satu hari aja, saya udah bisa simpulin kalau London itu asik banget sistem transportasinya. Rute bus gampang dibaca, datang tepat waktu dan ada apps tempat bertanya, www.tfl.gov.uk … kecuali kalau hape abis batere, itu saatnya bertanya sama orang-orang. Take a look on the brightside, if my phone didn’t running out the battery I wouldn’t talk to locals and practice my English J

 

 

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s