Monthly Archives: Januari 2015

Pindah Rumah

Standar

Salam kawan tercinta,

Punya blog itu seperti punya anak, harus di isi dan dipelihara. Tidak perlu banyak baca untuk menulis, tak perlu ngartis untuk bisa eksis. Blog ini milik pribadi, isi saja sesuka hati. Saya tidak terlalu peduli berapa banyak yang akan membaca, meski ga boong rajin juga menengok statistik huhehe. Yang rajin mengikuti tulisan saya, barangkali sudah tahu ada beberapa laman yang saya punya, nroshita.tumblr, mablanq.blogspot dan nroshita.wordpress ini… saya beritahu rahasia ya, setiap blog punya cerita di belakang pembuatannya, cerita tentang orang-orang yang mewarnai hidup saya dalam biru, merah, hijau, oranye. hidup saya tidak pernah hitam dan putih, itu papan catur namanya 😉 saya harus berwarna, penuh cinta, sedikit banyak luka, tapi saya suka …

Sialnya, punya anak seperti blog itu melelahkan kadang-kadang dan seringkali lupa beri makan cerita jadinya terbengkalai.. karena itu mumpung tahun baru, saya berencana pindah rumah, yang di sanalah saya akan lebih banyak menuangkan isi kepala. Sila mampir ke rumah baru saya di

http://nroshita.web.id/

rumah lama ini tidak akan dihapus tapi hanya akan jadi gudang foto saja, sedangkan cerita menempati rumah baru.

mampir yaa..

==============

Dearest friends of nroshita

would love to thank you for following this website and would love to invite you to visit my new one on

http://nroshita.web.id/

this website will still be active but only for photograph storage while new articles will be posted on the new one.

with love and regards

-nroshita-

Dialog jam delapan, sabtu pagi

Standar

Berapa kali kamu mendengar bahwa cinta tak pernah salah?
Ribuan, ratusan…
Kamu akan mengamini cinta tak pernah salah, sampai kamu mengalami sendiri salah itu
Hakim paling keji dan tak terbilang adil adalah diri sendiri
Dia akan menghujammu dengan cinta ideal, hati terluka dan dengan karma
Sampai petasan di kepalamu pecah tak satu pun pembenaran itu hadir… cintamu salah, tinggalkan, sekarang!

Kamu boleh sebut aku sundal karena memilih salah di antara benar
Karena hati tak mesti sejalan dengan isi kepala
Tanggalkan karma dan logika
Biar saja orang bicara, berdansalah diri dengan cinta

Kamu gila…
Biarlah gila jika itu membuatku lebih manusia
Dalam cinta, kamu harus gila, tak berlogika
Bersukaria lah selagi bisa menuruti cinta

Jika waktunya tiba lara menggelayutimu seperti ulat,
Nikmati saja sambil tertawa,
Tak akan lama hingga kembali cinta meluncuti lara …

Iya aku gila.. karena cinta bukan matematika… cinta ya cinta… tanpa centang untuk benar atau silang untuk salah…
Mana bisa kamu tahan laju rasa… kamu yang gila…