Monthly Archives: Mei 2011

Perempuan dan Cermin

Standar

Sudah berjam-jam dia mematut diri di depan kaca. Dia maju dan mundur, menatap wajah, menatap lengan yang membesar berkali lipat sejak tahun-tahun terakhir. Dia mencari kerut yang kini muncul di kiri kanan ujung mata, di jidat dan ujung bibir. Di pipi bercak coklat itu bertambah. Jelas dia tak muda lagi.

Cermin tahu perempuan itu tak mematut mencari kata cantik yang barangkali tersisa diantara kerut, lemak menggelambir di lengannya. Cermin tahu yang perempuan itu cari adalah jiwanya yang perlahan hilang meninggalkan tubuhnya yang menua. Kemana dia menghilang. Kemana semangat dan gairah hidup itu menjauh.

Perempuan itu terdiam beberapa saat sebelum menyisir ulang rambutnya. Awalnya ke tengah, membelah ke kiri lalu sebentar ke kanan.

Cermin menyoroti helai rambutnya yang melorot di ujung sisir.

Bertahun cermin menampilkan wajah perempuan dalam aneka rupa. Berhias tebal untuk pesta, berwajah polos untuk tidur. Telanjang setelah mandi, rapat untuk sholat. Cermin mencatat segalanya. Tapi kemana jiwa itu menghilang?

Perempuan itu pernah berebut cermin dengan para sahabatnya, saling memupurkan wajah, mencoreng alis bersama sambil tertawa. Perempuan itu di dekap dari belakang oleh sang kekasih lalu disisirkannya rambut sang perempuan olehnya penuh cinta. Pernah.

Perempuan itu kini sendiri, menari, mencari pasangan untuk jiwanya yang sepi.

“Hanya ada aku, cermin dan jiwaku yang terperangkap di dalamnya.”

*I can dance with or without you, 13 Mei 2011

kesempatan terakhir

Standar

siapa yang memutuskan sebuah kesempatan menjadi pertama kedua atau bahkan terakhir? gw rasa ya diri sendiri. kalau hati lu bilang, selesai! ini kali terakhir maka berhentilah dia disana. tapi kalau hati lu masih percaya akan ada kesempatan berikutnya maka suatu saat dia akan datang. gw selalu percaya harapan adalah doa, kalau dilepas ke universe sepenuh hati dia akan kembali dalam wujud nyata.

sejak 2005 sampai pagi tadi gw masih berharap dia kembali. harapan itu disampaikan tanpa kata tapi jelas terbaca dalam sikap isi kepala dan dalam hati. dia mewujud doa.

berharap dikasih kesempatan untuk ketemu lagi atau bahkan sekedar kontak lagi dengannya. menariknya kembali ke dalam hidup gw entah jadi apa.

tapi pagi tadi dewi menawarkan apa yang mau gw titip untuknya pas dewi ke belanda nanti. jawaban gw singkat NEI

tibatiba gw ga mau balik ke harapan mimpi cinta whatever i called it before di masa lalu. cinta gw memang selesai di 2005, disana cerita terbaik dalam hidup gw terjadi. pernah ada cinta. tapi sekedar pernah

tibatiba hati gw menjawab, selesai. kita sudah sampai titik dimana tak bisa lagi berharap dan sudah saatnya melangkah.

bila rindu itu datang, sebarkan, katakan padanya jangan dipendam. tapi bukan lagi harap, bukan lagi cinta yang ada.

hari ini lega rasanya menutup semua harapan tentang dia dan melanjutkan cerita.

i guess its just part of my life edited.. editing someone that really important in my life.

im moving on..